Monday, June 10, 2013

kekasih abadan

kau kekasih yang tak pernah mati,
meski kuhunjam dengan sembilu mawar berduri
di ulu sepimu berkalikali
masih juga kau bangkit,
meraga sukma dalam ruh puisi
lantas membukakan tirai dari nisan sepi

di teduh pagi cahaya
memercik embun dari ranum wangi kamboja
memayungi rindu di basah tanah nirwana
vihara suci cinta membuhul do'a

Thursday, May 09, 2013

belum ada judul

 

Thursday, December 27, 2012

Anyel


Romansa angin siang
meliuk mengalun keroncongan.
Kutabuh suara khas langkah perempuan,
dengan keteplak sepatu menghantam batako pedestrian.
Tepat di kaki kiri kaleng soda berhenti,
tanpa urusan tubuh penyoknya ditendang
melayang....jauh...jauh sekali
mengitari pusaran kesumat di palung samudra,
melayang lebih pesat dari anak panah yang membelah dada,
melayang, dan terus melayang melandas tepat di dahi lelaki.
Lelaki yang tak mau belajar memahami sebelum menuntut pengertian.
Lelaki yang mengadukan sepinya pada dindingdinding genit,
padahal ia sendiri telah membakar taman yang pernah ia ciptakan.
Ya, lelaki yang membekukan telaga bening di musim kemarau,
yang selalu menutup pendengarannya dari segala bisikan rindu.

Sunday, December 16, 2012

Soneta Dua Musim

wajah purnama beringsut singkir
gemintang berpaling silau
jendela langit bertabir galau
senyum tersimpul di hujung bibir
Bayu berhembus sejuk semilir
membelai rambut si dara risau
merindu kasih jauh di pulau
resah di rasa gundah di fikir

bila hati dipinang rindu
pada puisi canggung berlagu
hinggapun luruh segala sedu
mengadukan segunung dendam
memaki dalam diam
pada kekasih murka terpendam

 29 Agustus 2012

Monday, October 29, 2012

Mundhet

Berada di titik paling rawan.......tiada pintu tiada jalan...

Wednesday, June 20, 2012

Kau tanpa Aku

selepas lintang memeluk gulita,
rinduku pulang meminang luka
langit kelam mendendam purnama,
apadaya malam terpangku gerhana
tlah kulewati sunyi-sunyi jalan tanpa dian lentera
tlah kudiami ruang-ruang diri tanpa sapaan senda

dan ketika kau mencari kembali namaku yang terlupa,
itulah engkau
: keris tanpa warangka


Sunday, June 17, 2012

Father's Day Photo Fave

My Photo Collection

More over than SUPERMAN
My Daddy is HERO NO.1










Wednesday, June 06, 2012

Meraut sembilu

Jika ada yang kurisaukan saat ini ,
adalah mencari cara bagaimana untuk membuatmu tahu
bahwa diam yang kau ciptakan itu telah merentang jarak
yang menjauhkan kepercayaan dari hatiku.
Sesekali berkunjunglah ke branda rinduku,
ada puisi-puisi tanpa rima yang tersusun hambar tanpa sentuhan kerelaan...
tersebab kebisuan yang kau kirim dari jengahnya dugaan.

Sedang aku tak pernah bisa menggembala kemarahan,
marahku adalah diam,
marahku adalah sajak-sajak kekalahan, sayang

Jika satu saat kerinduan yang beralih tuan kau anggap sebuah penghianatan,
tanyakan terlebih dahulu pada hatimu
adakah sekali saja kau luangkan waktu untuk menyinggahinya,
hingga tak perlu lagi hatiku menangis menanggung beban tanya
dimana...mengapa...dan selanjutnya hanya prasangka.

Jika akhir cintaku menjelma bilah-bilah bambu yang menyayat hatimu,
itu karna dirimu sendiri yang tlah merautnya menjadi sembilu ...


***

Lolo, 07 juni 2012

Sunday, May 20, 2012

Dunia Tanpa Laki-Laki

Andai dunia ini tanpa laki-laki
mungkin takkan ada hati yang tersakiti
karna kedunguan termakan janji-janji
menelan sekam gombal bual sejati

tak kan ada raung tangis menyayat hati
tersimpuh kusut di tepi-tepi jalanan sepi
disudut gedung-gedung tak berpenghuni
meratapi secarik halaman yang ternodai

tak kan ada lebam menghias ayunya wajah
saat kegagahan mula terselindung amarah
tak kan ada air mata dara terbuang sia-sia
ketika cintanya menjelma belati menikam jiwa

Namun ...
Jika Adam tak pernah dicipta,
tentu Hawa pun tak kan pernah ada

Dan andai dunia tanpa laki-laki..
mungkin tak kan pernah kupunyai
seseorang yang kusebut"AYAH ,kusebut SUAMI''


***

Roro, 20 May 2012
di minggu senja yang gerimis

Friday, May 11, 2012

ILALANG SENJA



Kembali senja
ada wajah-wajah kenangan di bulir butir pecahan hujan
bergantian aku memutar kembali
detak-detik yang tergambar selayak album kenangan,
kini terpampang di depan mata :khayalan

Senja dan hujan
saat berlarian riang melewati hamparan pematang
menenteng sepatu dan menyingkap kain panjang diatas rerumputan dan ilalang basah

ah...anak-anak yang belum tahu aurat dan fitnah

itu sekilas wajah-wajah sumringah sepulang mengaji
jiwa-jiwa lugu yang selalu rindu meriahnya surau-surau

hati-hati bersih yang langsung bergetar saat diperdengarkan kata dosa dan neraka

tapi,
kenyataan kini...aku hanya sanggup mengingatnya dalam rinai yang senada
tanpa mampu mengulangnya dengan lebih sempurna

dimana ?
senja dan hujan yang membasahiku dulu
saat aku begitu haus akan ilmu, selalu merindu wajah-wajah guru

entah berapa kurun sudah ku terlena pada berlalunya usia
kuingin lagi kembali pada tiap petang...
pada senja dan hujan yang mengguyurku di jalan-jalan pematang

seperti semula,
sebelum waktuku terkalahkan menjadi budak dunia 



Tuesday, May 08, 2012

HILANG

Kita kehilangan satu getar yang menjalar
saat kau dan aku terdampar,
terjebak di selingkar
 pembicaraan hambar

duh, gemuruh
adakah yang lebih gaduh
dari gencatan rindu yang kian meriuh
tersebab benteng kepercayaan tak lagi :kukuh




Wednesday, April 18, 2012

The best status facebook 2011

" tak ubahnya dawai violin..., semakin kuat gesekan senarnya semakin merdu dan mendayu pula suara nya, begitupun hati kita... semakin tajam kepekaan pendengaran dan penglihatan kita terhadap lingkungan sekitar hendaknya semakin lembutlah perasaan... "

Sunday, April 15, 2012

The best status 2010

 " Seumpama PERTEMUAN ini satu keajaiban dunia,
maka PERTEMUAN kita ibarat taman tergantung Babylonia
Lalu PERCINTAAN tumbuh bersemi dalam pasu-pasu maya,
dimana rumput dan lumut cemburu saling berebut merampas tunasnya...,,


( The most popular facebook status, the most liker and comentator 2010 ^_* ) 


Friday, April 13, 2012

mbuh apa

Entah mengapa setiap malam jum'at selalu saja mengingatkan pada kejadian ganjil ini. Sekitar tahun 1998 aku masih duduk di kls 2 SMU.

Waktu itu kami mengadakan napak tilas melewati wilayah hutan lindung daerah Banyuwangi. Indah sekali suasana alamnya...dan malam itu kami menginap di rerumputan hutan damar. Sebelum maghrib 3 tenda telah siap didirikan untuk regu putra,putri dan pembina. Kami ingat tadi sore dalam jarak radius 300meter dibawah ada sebuah telaga yang lumayan jernih dengan sebuah pancuran dari tombak bambu yang biasa dipakai perempuan2 gunung mandi atau mencuci. dan malam itu kami hendak kesana untuk mengambil air wudlu. Karna jumlah regu putri sdikit jadi kami smua bisa pergi bersamaan dengan dikawal 4 teman cowok dan 2 orang senior.

Hari semakin gelap dan dengan bantuan lampu senter langkah kami gerayangan waspada menuruni jalan setapak yang licin karena memang ketika itu musim hujan. Sepanjang jalan kekasihku tak lepas menggandeng tanganku..maklum masih jahiliyah sering terkalahkan dengan hasutan syetan untuk mendekati maksiat mengatas namakan cinta wkwkwkwk. Tapi aku bersyukur pernah dipertemukan denganya hingga saling jatuh cinta meski hanya sesaat dan kini dia sudah berkeluarga dengan orang lain :(

Kurang lebih 20menit menuruni setapak terdengar lah suara gemercik air pancuran, huuwaaah kami bersorak kegirangan.

'hey...ada cewek mandi'
Tiba2 temanku yang berjalan paling depan berhenti. Dan kami melihat dari atas memang ada cewek hanya berbalut kemben duduk diatas lempengan batu yang lebar sambil bercermin.sepertinya dia sedang mandi atau bersolek. Posisi membelakangi hingga nampak rambutnya yang panjaang menutup seluruh punggungnya. Pasti cantik orangnya...

'baiklah kalian turun semua...kami berjaga disini'
Kata senior kami dan kamipun setuju.
Kami cewek2 merayap hati2 menuruni bebatuan licin menuju ke telaga. Sesampai ditepi kami segera membasah wajah dan kaki yang seharian penuh tak tersentuh air.Segar tak terkira.kami bercanda sambil bermain air bak bidadari yg sedang turun mandi hingga lupa tujuan awal hanyalah u
ntuk berwudlu.

'priiiitt...wooeey ...nona2... brisik banget..cepetan donk gantian....' tiba2 suara peluit terdengar beriring teriakan teman2 cowok yg berjaga diatas sana. Dan serentak kamipun tertawa.
Setelah puas bermain air dan wudlu kami sketika tersadar tentang perempuan yang tadi duduk disini...kemana dia? Ah...kami baru ingat bukankah saat kami sampai kesini dia seharusnya ada..atau jika dia pergipun pasti berpapasan di jalan batu itu.karna hanya itu satu2nya jalan naik dan turun ke telaga...
Aneh...kamipun mulai senewen apalagi aku yang penakut...segera kami naik kearah teman2 cowok yang sedang menunggu kami sambil menghisap rokok.

Sepanjang jalan pulang ketenda kami membahas keganjilan yang baru saja terjadi, tapi entah sepertinya 2 orang senior kami ingin mengalihkan pembicaraan mungkin itu karna mereka tak ingn kami cemas ketakutan.kurasa begitu. Meski kenyataan malah membuatku penasaran dan kalut,karena aku memang penakut dan cengeng alami.

Udara semakin dingin kututupkan handuk ke kepalaku,
'pake jaket gua ya...' kata kekasihku smbil melepas jaketnya.lalu kupakai saja meski bau rokok begitu menyengat.
'uhft..!' tiba2 dia mengibaskan tangan kewajahnya
aku keheranan tapi tak ingin bertanya
'eeeiyhh...'
Ku liat kekasihku mengeluh kesal sambil menyingkirkan sesuatu dari wajahnya.entah apa aku heran juga padahal tak ada apa2.

Angin lumayan kencang hembusanya...hingga terdengar risikan daun dan ranting pepohonan sekitar. Agak mencekam.
'eh... Chaa...rambutnya diiket ah...ngena'in muka mulu neh' katanya

'haaah...apa yang diiket,? apa yg kena'in muka?'
Sedangkan rambutku gak panjang, waktu itu aku masih tomboy suka pakai gaya cepak model nike ardila dalam klip suara hati :D...jadi kenapa kekasihku bilang rambutku ke mukanya? Ah...aku semakin heran dan bingung , suasana kurasa aneh membuatku merinding ketakutan, tapi alhamdulillah aku tak sampai bergelayut tangan kekasihku seperti biasanya karna memang kutak ingin membatalkn wudlu lalu pergi lagi ke danau tadi
Hiii..ihhh ogah syereem...

Malam semakin larut , kulihat cowok2 berjaga ada yang berkeliling area tenda, beberapa teman masih ngobrol ada yang menghangatkan diri didekat unggun sambil bergitar dan yang lain telah lelap dibuai mimpi. Sementara aku duduk di pintu tenda sambil merenungi beberapa keganjilan yang baru saja terjadi tadi...siapakah gadis ditelaga itu? ,dan rambut siapa yang menyapu wajah kekasihku di jalan tadi?? Apakah mungkin dia itu...ah entahlah... Wallahu Alam bisawab.....

@ Roro

Sunday, April 01, 2012

Saturday Night Rose




Poto: Koleksi Pribadi


Jarang sekali hampir tak pernah kulihat bunga rose warna kuning selain di toko toko florist. Kuncup ini telah kulihat sejak 2 bulan lalu, ada beberapa tangkai pohon ditanam di tikungan pagar sebelum masuk ketempat tinggalku. entah siapa yang menanam hanya kapankah dia akan mekar itu saja yang ingin kutahu.

Hari berganti minggu, kuncup kuncup itu telah merekah indah berwarna m...erah,pink,putih,maroon dan ungu. Semua menawan dan semerbak harum namun sayang,kuncup kuning itu tak jadi. Kecewa...Kusimpan kembali kamera kecil ke dalam saku jaketku.

Aku ingat lebih 2 bulan sudah bunga2 itu luruh,menguncup,mekar dan gugur lagi,selalu kuperhatikan pagi dan petang jikalau ada satu kuning menguncup lagi.Ah... Aku hampir melupakanya, tak juga ada guna aku mendamba keindahan yang bukan untk kulihat,dan aku benar benar mengabaikanya hingga tanpa kusadari ditiap kali lalu lalang sekuncup itu tlah kulewati.

Biasa aku pulang sebelum isya masih bisa kulihat sisa lembayung petang meski pekat, tapi lain halnya dengan sabtu malam lalu, aku lewati tikungan itu selepas Isya' gelap gulita. Aku lapar dan tak tahan menunggu sampai rumah yang tinggal beberapa menit saja. Ku hempas lelahku di sebuah bangku taman, kubuka kotak styrofoam nasi goreng yang tadi kubeli sebelum pulang. Hmm..sedikit hangat ktika tanganku memegang kotak yang masih panas itu. Tiba tiba setangkai berwarna terang menyembul jelas diantara tangkai2 gelap karena malam. Kudekati perlahan kuamati dari dekat lalu ku tersenyum
Yellow Rose... Kapan kau sembunyikan kuncupmu hingga kini tiba2 kau muncul didepanku.

Tanpa sadar kuletakkan kotak nasiku, tanganku merambah isi tasku mencari2 sesuatu yang telah kusiapkan untuk mengabadikan keindahanya.
Hai pretty yellow...please smile up...!
Klikk ! Sekuntum telah kupetik dalam kilat carl zeiss 3,2 megapixel ...
kucium kelopak basah itu sebelum bergegas kutinggalkan karna lapar dan dingin yang tak kutahan lagi.
Happy weekend...Rose 

Pusara Senja





Thursday, March 29, 2012

:-))

 
 
 
meramu senja dengan debaran jiwa
tertuang menggenang
dalam cawan anggur kerinduan
memerah membuncah
mabuk raga sengsara menanggung rasa

 Di bangku taman yang mesum
kau sunting setangkai dahlia kuning
kita saling mengulum senyum
di tiap hela napas kita masing-masing

:))


BEBAN



Dua orang sahabat mengendarai motor yang berbeda pergi menuju ke suatu tempat yang sama. Walaupun berangkat secara bersamaan tapi keduanya tidak berjalan beriringan. Pengendara pertama memacu begitu cepat motornya,sementara yang kedua melaju dengan kecepatan normal.
Sesekali pengendara kedua memperlambat kendaraanya untuk memuaskan ketakjubannya pada keindahan taman2 di tepi jalan.
Saat itu ia seolah menumpang sebuah mobil. Hampir tak satupun pemandangan menarik yang luput dari pengamatannya.


" Aduh lelahnya " kata pengendara pertama ketika sampai di tempat tujuan.


" Kamu lelah karena menungguku? "tanya si pengendara kedua menyadari ia datang terlambat.


" Bukan. aku lelah karena perjalanan yang begitu jauh ini. " jawab pengendara pertama memastikan jawabannya.


" Sobat... kamu lelah bukan karena perjalan jauh ini.
kamu lelah karena menganggap perjalanan ini suatu beban. " jawab si pengendara pertama.


Sebenarnya menjalani hidup kadang seperti berkendaraan menuju ke satu tempat yang teramat jauh.
Untuk sebuah logika normal perjalanan itupun harus ditempuh secepat mungkin untuk kemudian tiba ditempat tujuan dengan waktu sesingkat2nya.
Padahal, dinamika hidup ini tidak linier seperti garis lurus yang mempunyai simpul2 berjajar memenuhi titik2 persinggahan.
Karena jika seperti itu kita akan mengabaikan sisi 2 lain kehidupan yang terpampang di tepian jalan.


Ada yang mudah terlihat,tapi tidak sedikit yang butuh pengamatan penuh ketelitian. Ada yang bisa dilihat dengan mata kepala kita, tapi juga tidak sedikit yang hanya bisa dicermati dengan ketajaman mata hati kita.
Lalui jalan hidup ini dengan tenang...cermati dan maknai dinamika yang ada di sekelilingnya sebagai daya dorong menuju tempat tujuan. Agar perjalanan hidup ini bukan sekedar menjadi beban.


Jadi saya pikir bukan hal yang salah kalau leluhur jawa begitu memegang erat pepatah
" ALON-ALON WETON KLAKON " karena survey membuktikan perjalan yang tergesa2 itu pasti berakibat fatal , tak jarang harus nabrak, kesandung,kejedot dan akhirnya sampai ke tempat tujuan dalam keadaan benjol dan lecet2.
Ingat, Tuhan pun tidak pernah memanggil kita untuk tergesa2 hanya mengajarkan kita untuk selalu TEPAT WAKTU .


note: seperti biasa tulisan ini tercetus dari pesan seorang motivator seminar yang saya copas dalam cerita panjang lebar dan tentunya membuat anda ngantuk membacanya....wakwkwkwkwkwkwkakakakakakkaka