Friday, February 03, 2012

YOGYAKARTA '96

Tuesday, July 13th 2010
Kenyataan saat ini dia pasti sudah tumbuh dewasa,gagah,dan mungkin juga sudah mengenal wanita....tapi entah kenapa ingatanku masih saja membayangkan bocah laki2 kecil,yg ku temui dipanti asuhan 14 th lalu....

Wednesday, February 01, 2012

Ramadhan Yang Tak Bersamamu

numpang curhat ye akh..^^


Sunyi sekali. Hanya desis kipas angin yang menyingkap selimutku, dan detak jarum waker yang tak begitu berpengaruh pada pendengaranku saat lelap. Aku takut tidur karna tiada siapapun yang membangunkan nanti. Aku takut tak cukup waktu karna tiada siapa yang menyiapkn makanan untukku.

Malam ini kutidur disofa dan kubiarkan jendela terbuka agar angin diluar sana atau mungkin ada sesuatu yang bisa mengejutkanku untuk terbangun. Jarum waker berada tepat diangka 11.35, mataku terasa berat tapi hatiku tak ingin tidur. Ingatanku melayang jauh ke masa silam. Belasan tahun lalu, kala bangun langsung ada makanan, menyantap hidangan sahur dengan kakek,nenek dan kadang kucingku ..(..aku lupa namanya ) iapun duduk manis disebelahku. sederhana dan indahnya waktu... :(

...aku tersentak. Ada yang bergetar diatas dadaku. Ah! Ponselku yang kupegang sebelum tertidur tadi . sinyal pemberitahuan low batt dan perintah untuk recharge.
Setelah beberapa menit kemudian layarnya off mode.gelap .

Kulihat waker menunjukkan pukul 02.15. Alhamdulillah..dg cara ini Tuhan membangunkanku .aku segera beranjak merecharge ponsel sebelum bergegas kekamar mandi. Termangu sejenak mengobrak abrik isi laci ajaibku...hanya ada beberapa bungkus indomie, beberapa sachet indocafe dan sebotol syrup melön.

Beberapa menit menu special ala roro mendut pun terhidang, semangkuk mie, segelas es syrup melon, 2 lembar roti coklat dan setengah cangkir indocafe.

Ku duduk di lantai kamar agar bisa makan sambil maen HP yang sedang charging hikks...

Sendiri ...nikmat sekali. Kubuka situs Facebook ingin melihat suasana teman" disana. Status" mereka membawaku terbang melayang seakan aku berada diantaranya. Seketika aku kembali pada kesendirianku dan perasaanku saat ini, tanpa terasa pipiku basah .... T_T

Mataku tertuju pada makhluk" mati yang berjajar di atas ranjangku. Mereka temanku, yang setiap malam menemani tidurku. Boneka" itu hidup dalam sunyiku . Biarpun mereka hanya benda mati buatan manusia, tapi itulah bukti kebesaran-NYA yang telah menganugrahkan keahlian pada manusia hingga dari tangan trampil mereka tercipta benda" tak bermaya yang menjadi plipur sepiku saat ini.

Satu tema dalam otakpun kutulis dalam status, dan sapaan teman" yang terbaca dilayar cukup membuatku tersenyum bahagia. Teman,sahabat,saudara bertebaran dimana". Cinta,kasih,sayang dan kebahagiaan bisa kita dapat dan berikan pada siapa saja.

Air mataku mengering, terganti oleh senyuman yang tak henti" tersungging.
Hidangan biasa dengan kesan yg luar biasa. Begitulah kunikmati sahur pertama malam ini. Sendiri...
Alhamdulillah....
trimakasih Ya Rabbi...tlah kau perkenalkan padaku sisi kehidupan yang membuatku semakin tahu diri...


-somewhere-
august, 31st 2011

@ Facebook note

Thursday, January 12, 2012

Ilham Ramadhan Feat Me


 
Mencium aroma kematian dalam jerit
malaikat yang meronta-ronta dibuang
cinta
Menerima karma yang indah dihias
warna-warni dosa
kepedihan
mencipta sakit dalam hati yang
tertoreh sabit
Terhimpit di keremangan sempit
Ribuan panah sesal melesat
menghujam menancap pada jiwa
rapuh manusianya
Membuat iblis dalam dirinya ikut
terbakar sepi neraka raga
***

Aku bukan Qais yang rela menjadi
Majnun hidup sendiri dalam gelap
demi cintanya pada Layla
Menciptakan bait-bait kepedihan hati
yang sayat menyayat
Tertembang
Dendangkan lara dalam lagu cinta
Aku juga bukan Romeo yang rela mati
bersama Juliet seperti yang
terkisahkan William Shakesphere
Dan kisahku juga bukan kisah Rama
dan Sinta dalam lakon pewayangan
yang ceritanya kadang mengiris mata
indah putri purnama
Walau begitu, aku sadar bahwa cinta
yang pernah kau beri dengan ikhlas
telah membuat sebagian dalam diriku
kembali menjadi manusia
meski tanpa sayap tapi mampu
terbang menembus cakrawala


   ***
...  kematian adalah peristirahatan yg
indah jika hidup terlalui dalam
keindahan, juga peristirahatan yg
mengerikan jika hidup terselubung
keangkara murkaan..
duhai...penjarah hati !
kemana kau bawa pergi jiwaku yg kau
curi?
ku bukan pujanggi yang mampu
meluluhkanmu dengan sajak dan
irama tarian rumi
ku tak kan bisa merendahkan diri
hanya untuk menghentikanmu
kembali,
pada janji" cinta yang membuat diriku
seperti pagi merindukan matahari,
seperti ombak memeluk pantainya,
seperti malam menjauhi
siangnya...karnamu.
Kelemahanmu adalah kerelaanku,
kekuranganmu kusempurnakan
dengan kasih putih yang ku pinjam
dari Tuhan Pemilik cinta.
Hingga nanti satu masa Dia
memintanya dariku,
tak kuingin hadirmu serupa pecinta
yang gila, tak kudamba juga akhir
hayat yg sia" bersamamu,
kuingin cinta yg tak mengagungkan
rupa dan dunia,
jika antara kita harus ada aral yg
dibentang, marilah sayang...kita
berjuang atas nama-Nya, bukan cinta
buta
biarlah kumenggilaimu dalam diam
hingga masanya kau datang
menyerahkan jiwa yang tiada mendua
seperti lelahnya Yusuf menjemput
Julaika...

 
***

 
Dulu...
Ketika aku hanyalah anak laki-laki
cengeng
Menangis karena bidadari tak kunjung
melepas kain yang menutupi dadanya
“Kekasih, hapus airmatamu itu….”
Katanya sambil mengusap pipiku yang
banjir oleh airmata
Tapi betapa sekarang hanya hampa
Kering kerontang lautan
Matahari terpadam kelam
Gunung-gunung bergulung- gulung
Hutan memerah
Rerumputan gersang
Masih kelam
Masih tenggelam
Dan pekat menjadi semakin gelap
dilingkup senyap terberat
Aku diasingkan ragaku sendiri
Aku dibuang sukmaku sendiri
Lalu sendu syahdu berpadu dalam
kalbu menjadi kelabu
kemudian biru... dan semuanya....


***

kini setelah kau menjelma ksatria
dewasa, kusingkap kain penutup
dadapun kau berpaling muka...
berpetualanglah pada jalanmu...
wahai... musyafir cinta
jika tak kau temukan pautan jiwa
bagimu, kembali padaku
namun jangan kau kecewa jika saat
itu ku tlah bahagia...



From Facebook Status
12 agustus 2011

Tuesday, January 10, 2012

Perempuan Di Kaki Purnama



 Mungkin aku yang menulis salah,
atau sememangnya perasaanku yang terlalu pasrah
Langit dihati seketika berubah demikian sumringah.

Laut-lautan jiwa,
syahdu mendeburkan irama ombak
Kitapun terlena,
terbuai dalam rayuan bait-bait sajak

Karam sudah,
sebuncah
Dendam yang lalu tiada lagi tampak

Meski adakala tatapan matamu tajam menghiba
Seakan menagih sekelumit asa yang tak sengaja terlupa
Setelah mimpi semalaman tak juga menjelma saat terjaga.

Sinis dan nanar kerap melintas
mengisyaratkan penagihan sesal,
yang belum terbalas

Dan aku disini bersama ribuan degup
yang kutata gugup, dalam segetar kemelut
Terdiam...tanpa temukan satupun kiasan
yang patut kuwakilkan pada segumal kabut

Sedang di dada malamku kini,
sebentuk rembulan telah menggagahi
Keanggunan rebah dalam gemulai mimpi
Meski kutahu sinar terangnya pecah terbagi ,
namun tlah kudengar kabar tentang sekeping hati
Tengah mengusik kesunyian diri

Di sudut pulauan diam
sebuah asa bersemayam

Hingga tak perlu pagiku beralasan,
jika kusematkan satu nama dalam secarik pengakuan
Pada pucuk-pucuk cemara, hembus angin malam
buih perak, langit temaram
gugusan bintang juga biru rembulan

Karena dirimu,
telah kutemui
dalam satu episode
 MIMPI 

April 29/2:22pm

Sunday, January 08, 2012

Syair Gelap


***


Air suci mengalir dari sungai kerinduan
bermuara pada lorong-lorong jiwa yang bersimpang
aku yang asing
Tak mampu lagi mengenali
arah rasa,
yang tak lagi menyentuh nuansa


seketika !
kata-kata saktimu berkilau tanpa makna


Kini,
kembaliku pada lautan
yang kan memandangmu saat malam


Mungkin akan datang
satu masa,
gelombang yang pasang
dimana,
aku kan hilang

Wednesday, January 04, 2012

Tanpa Judul


***

Bila rindu menyinggahi qalbu
terasa waktu begitu lambat
menghampiri tuju.
Bagaimana hendak beranjak dari
lamunan
ketika yang bernama asmara menjadi
beban.

Ingin diam tanpa melakukan sesuatu,
hanya memikirkanmu ?
tentu tak sebatas itu

Entah mengapa rasa ini lebih berkuasa
padahal dari cinta ianya bertahta
lalu kemana harus ku tinggalkan
jejaknya
sedang dalam tiadaku pun dia tetap
ada...

kerinduan bersahaja,

yang terkapar layu
di biru kecupku

Thursday, August 11, 2011

KANDAS

Waktu kecil aku bertanya pada ibu,

" Bolehkah aku jadi pelari ? "
Kupamerkan hadiah dari guruku,
karena kaki kecilku adalah penakhluk
waktu
Kuberhayal pada ibu, tentang sirkuit
olimpiade
dan sorak penonton saat ku dikalung
medali
Ibu hanya tersenyum sambil
mengusap pipi

" Boleh...kalau kau laki-laki "

Satu hari aku bertanya lagi,

" Ibu, bolehkah aku jadi penari ? "
Ku ingin berkeliling dunia,
dengan senyum tak lepas dari kamera
Lembut ibu berkata,

" Waktu kecil orang akan takjub
karena kelucuanmu,
tapi ketika dewasa mereka takjub
karena gemulai tubuhmu..."

Ku tertunduk lesu...kecewa
tahu apa maksudnya
Serupa tak pernah sehati
... diam-diam ku coba jalan sendiri
Hingga Tuhanpun menegurku
Dia patahkan tulang kiriku
Kini ,

kutak lagi bisa berlari secepat kuda
sembrani
atau melompat selincah kelinci
Aku tak jadi pelari juga penari,
Aku tak jadi apa-apa,
hanya orang biasa
menikmati hidup yang juga biasa


December 5, 2010 at 3:14pm

Syair Biroe feat Me


***


Dirimukah wahai engkau
dalam penantianku.
Pernah kutitipkan rasaku pada bayu
yg menyentuh sukmaku.
Pernah kubisikkan pada gurun
berpasir ini betapa aku slalu rindukanmu.
Adakah kau tahu rasaku wahai
engkau dalam penantianku.
Hanya pada butiran rindu ini
kumampu berpijak, hanya pada
hembusan angin ini yg kumampu
rasakan kehadiranmu.
Mawarku mawarmu tebarkan cinta ini
hingga akhir waktu, ku kan
bersemayam dipelataran hatimu
penuhi kerinduanku dgn bait''
cintamu.
Wahai Engkau yg dalam penantianku


... apa yang kau nantikan dariku,
padang gersang cadas berbatu
hanya kerikil kerikil tajam yang kan melukaimu
sedangku masih tersimpuh di ribuan jarak dan waktu
ketika rasa yang tak sampai menjalari
pembuluh rindu
jangan kau katakan getar itu pada
butir pasir atau hembusan bayu
tapi bisikkan saja lembut di telingaku
lalu melayang separuh jiwa
menelusuri janji
memastikan ada sepenggal ragu yang
harus pergi
setelah itu ,
hadirmu menjelma malaikat penjaga
hati
kan kudekap erat didalam jaga dan
mimpi


.....ragumu penghalang
rinduku, sibak itu dgn rasaku.
aku tahu smua tak smudah itu, tapi
hati tak bisa dustai diri yg
tersembunyi.... .bangkitlah sambut
tangan ini.
Ku kan setia untukmu



...
aku tak ingin lagi pelangi rupawan
juga taburan bintang serupa berlian
jika setia itu cukup mampu menerangi
malam
setulus cahaya dari matahari yang
kau pinjam
dan di kanvas biru-nya hati dan langit
itu,
ingin kulukiskan parasmu
Duhai lelaki bercadar rembulan



From Facebook
May 11st ,2011

First Love Letter


Cintaku padamu (ika)
jatuh seperti bola embun
yang tak sepenuhnya jujur
tersulut dihening padang belukar
mencair dalam kebisuan bertautan
antara ranting kering yang
berpatahan
inginku sampaikan suluh merah jingga
disilsilah dahan dan rimbun daunnya
tanpa membakar hunian serangga
sungguhpun membara ,
tak ingin asa kupeluk sengketa

cintaku padamu (ika)
biarlah menjadi tanda
di garis sempadan ...
hingga tak lagi butuh pedang
tuk menggores sepenggal sejarah



(sajak yg tertunda 11th....99 - 2010)

Monday, April 18, 2011

Kupu-kupu Tak Bersayap


***


Kita
umpama sepasang kupu-kupu tak bersayap
Kaulah
kupu-kupu yang luruh sayapmu
dengan indah dan sempurna
hingga begitu tegar kau terbang tanpa kepakan
sementara Aku
hanyalah kupu-kupu dengan sayap yang patah sebelah
dan bertebaran buluhnya
hingga kutak tahu lagi arah
angin yang menerbangkanku
tanpa peta
sia-sia

Thursday, April 14, 2011

Tentang Semalam



***

 
Tentang obrolan kita semalam
ada beberapa kenyataan yang menggetarkan hati
tak kusangka betapa kisah yang kau sembunyikan
di balik canda dan keriangan itu,
lebih berat dari ku..

adakah kau menikmatinya  ?
kuharap begitu
kita hidup di sepenggal kisah
satu judul dalam alur berbeda

sobat,
inginku satu saat jika telah sampai masanya
ada waktu terluang mempertemukan
tentunya masih banyak tuk diceritakan

dan tentang perasaan...
yang mungkin kini mengganggu
biarkan dia ada dengan sendirinya
jangan memaksanya menjadi indah dan sempurna
karena akupun tak mampu melakukannya

aku bukan pemimpi
namun , mulai hari ini
aku akan belajar untuk bermimpi
dan mimpi pertama yang ingin kupelajari
adalah...tentangmu


Tuesday, April 12, 2011

Forbiden Love

Sejenak memang bisa membuatku terlupa,akan beban fikiran yang kadang merisaukan
terus terang dari awal semua tak tepat , seperti juga beberapa malam itu...
saat kedatanganmu ditengah sepinya malam lalu sepatah demi sepatah ucapan itu
menyisakan kalut rasa yang tak terdefinisi
cinta yang tak harus kau cari dan tak patut kupunyai...
kita berdiri ditepi jurang yang tak seharusnya membuatmu mati
karna dia adalah 'kehidupan' yang tlah kau miliki


Jakarta, Desember 1999

SOULMATE




 ,
masih tentangmu,


sekali waktu masih kerap hadir
menyelinap di lengang waktuku,
akupun enggan,
mengumpulkan serpih-serpih samar itu dalam satu fikir
sedang kini nyata satu damba tlah kujelang
tiada garis yang membatasi
juga beda yang menjaraki
hanya saja,
ada setipis dinding kaca yang
mempertemukan kita
hanya untuk saling memandang
tanpa meraba


Soul...
belum tamat cerita ini stelah pergimu
mari coba membayangkan
malam ini kita berdiri saling
bertatapan
Ah...tak ada yang berubah
semua masih seperti dulu
dan aku masih saja merindumu


Soul,
aku jatuh cinta dalam tiadamu
bukan istimewamu,jika kita terlahir
dihari yang sama
hanya Tuhan terlalu sayang
menjemputmu lebih cepat sebelum
petang


Soul
kupu2 dan eidelweis Semeru
hadiah ultahku dulu
tlah luruh dilemari kayu jati
tak berlebihankan?
jika bersamanya namamu kuabadikan
Happy B'day soul..
allways miss U  :'(

Wednesday, March 30, 2011

Awal Yang Terakhir

minggu pagi itu
hambar kurasa sayur gudeg yang terakhir kunikmati.Mereka asyik berbincang diruang tamu,serius sekali.
Sementara aku adalah calon pelakon yang sedikitpun tak mengerti alur cerita apa yang akan kuperankan nanti.
Kufikir sutradara ini begitu hebat hingga langkah demi langkah terancang begitu mulus.
Mataku antusias mengikuti serial kartun doraemon dilayar kaca,sementara mulutku sibuk mengunyah sarapan yang sebenarnya istimewa.
namun entah...fikiranku melayang jauh,

Enggan langkahku menuju ruang tamu ....nggrambyang..itulah keadaan otakku kala itu.
beberapa patah nasehat kuanggukkan perlahan entah apa yang kurasa dihatiku, sedih atau puas..
puas??? mungkin lebih tepat. karna kukan terlepas dari kurung perak meski bukan emas.
ada isak tangis dan basah sembab diantara pelukan dan ciuman perpisahan...dan ku diam
meninggalkan kenangan masa kecil yang indah meski terasa tak sempurna


september,1999